Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedangkan mereka mengetahui. (Al-Mujadilah: 14) Orang-orang munafik itu bersumpah dengan dusta, sedangkan mereka mengetahui bahwa sumpah yang mereka lakukan itu dusta belaka, yang dikenal dengan yaminul gamus. Hal ini merupakan kebiasaan mereka yang terkutuk, na'uzu billah.
This is the pleasure of the present world's life; but Allah has the excellent return with him.) (3:14), and the Ayah after it. Imam Ahmad recorded that Buraydah said, "The Messenger of Allah was giving a speech and Al-Hasan and Husayn came in wearing red shirts, walking and tripping.
The theme of this surah is invitation to the Faith and obedience (to Allah) and the teaching of good morals. The sequence followed is that the first four verses are addressed to all men; verses 5-10 to those men, who do not believe in the invitation of the Qur'an; and verses 11-18 to those who accept and believe in this invitation. In the
Tafseer Ibn-e-Katheer. At-Taghabun. سورة التغابن. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا
Read various Tafsirs of Ayah 17 of Surah At-Taghabun by trusted Tafsir scholars. Settings. You are reading a tafsir for the group of verses 64:14 to 64:18. 3.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Adam, telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, dari Al-Auza'i, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Abu Salamah, dari Ata ibnu Yasar, dari Abu Salamah, dari Abdullah ibnu Salam yang mengatakan, "Kami berbincang-bincang sesama kami untuk menentukan siapa di antara kami yang bersedia menghadap kepada Rasulullah Saw. untuk
Maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli, bisu, dan buta; maka tidaklah mereka akan kembali ke (jalan yang benar). (Al-Baqarah: 17-18) Ungkapan seperti ini lebih fasih dan lebih mengena susunannya.
Baca Juga: Surah At-Taghabun Ayat 14-18; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an Tafsir Kemenag : Allah menerangkan bahwa apa yang menimpa manusia, baik yang merupakan kenikmatan dunia maupun yang berupa siksa adalah qadha’ dan qadar, sesuai dengan kehendak Allah yang telah ditetapkan di muka bumi.
6ACoheu.